Category Archives: review

Steins;Gate, Penjelajahan Waktu ala John Titor

Steins;Gate

  • Judul seri animasi: Steins;Gate
  • Genre: Drama Sci-fi
  • Durasi: 24 menit/episode
  • Penulis: Jukki Hanada, Toshizo Nemoto, Masahiro Yokotani
  • Sutradara: Kazuhiro Ozawa, Kanji Wakabayashi, Tomoki Kobayashi, Kôji Kobayashi, Tomoko Hiramuki, Shigetaka Ikeda, Hisato Shimoda, Hiroshi Hamazaki, Yoshihito Mikamo, Yuzuru Tachikawa, Hiroyuki Tsuchiya, Takuya Satô
  • Pengisi suara: Mamoru Miyano (Okabe), Asami Imai (Kurisu), Kana Hanazawa (Mayuri), Tomokazu Seki (Daru), Yukari Tamura (Suzuha), Saori Gotō (Moeka), Haruko Momoi (Faris)
  • Produksi: White Fox 2010
  • Produser: Kenjirou Gomi, Kozue Kananiwa, Shinsaku Tanaka, Takayuki Matsunaga, Yoshinao Doi, Yoshito Danno
  • Tayang: Sejak 6 April 2011 di Jepang (24 episode + 1 OVA)

Menonton seri-seri awal Steins;Gate, saya sempat punya firasat buruk, “Aduh, ini anime konyol-konyolan, ya?” Tapi sejujurnya, ada saja yang membuat saya tertawa atau tersenyum geli di tiap episodenya. Makanya saya meneruskan menontonnya. Continue reading

Terpojok di Sudut Mati

  • Sudut Mati: Sebuah Thriller KorporasiJudul: Sudut Mati
  • Genre: Novel thriller korporasi
  • Pengarang: Tsugaeda
  • Editor: Pratiwi Utami, Ika Yuliana Kurniasih, Adham T. Fusama
  • Penerbit: Bentang Pustaka
  • Tebal: viii + 344 halaman
  • Terbitan: 2015

Seorang teman pernah berpesan, “Kalau saudara kandungmu banyak yang laki-laki dan sudah pada bisa cari duit, usahakan jangan sering-sering ketemu. Atau, kalau terpaksa harus ngumpul di rumah, sembunyikan pisau dan barang-barang tajam lainnya. Karena kalau nggak gitu, mereka bakal bacok-bacokan di rumah.” Continue reading

Novel Alias: Antara Rinai, Greti, Eru, dan Jeruk

  • Alias: Harga untuk Sebuah Nama (sebuah novel)Judul: Alias: Harga untuk Sebuah Nama
  • Genre: Novel misteri-horor
  • Pengarang: Ruwi Meita
  • Editor: Mahir Pradana
  • Penerbit: Rak Buku
  • Tebal: iv + 236 halaman
  • Terbitan: 2015

Saya membaca novel Alias mulai pukul 00.25, dan menyelesaikannya pada pukul 3.07. Namun sebelumnya, saya sudah membaca lima bab awal dalam file .pdf yang dikirim oleh penulisnya sendiri. Membaca di tengah malam begitu, sumpah, bukannya saya bermaksud menantang unsur horornya. Tapi, memang kondisinya memaksa seperti itu. Continue reading