Novel Alias: Antara Rinai, Greti, Eru, dan Jeruk

  • Alias: Harga untuk Sebuah Nama (sebuah novel)Judul: Alias: Harga untuk Sebuah Nama
  • Genre: Novel misteri-horor
  • Pengarang: Ruwi Meita
  • Editor: Mahir Pradana
  • Penerbit: Rak Buku
  • Tebal: iv + 236 halaman
  • Terbitan: 2015

Saya membaca novel Alias mulai pukul 00.25, dan menyelesaikannya pada pukul 3.07. Namun sebelumnya, saya sudah membaca lima bab awal dalam file .pdf yang dikirim oleh penulisnya sendiri. Membaca di tengah malam begitu, sumpah, bukannya saya bermaksud menantang unsur horornya. Tapi, memang kondisinya memaksa seperti itu. Continue reading

Dosa Jariah dan Fitnah Admin Facebook

Fanpage abal-abal Parlas NababanKebakaran hutan terjadi hampir tiap tahun di Sumatra dan Kalimantan. Asapnya memuakkan warga selama berhari-hari, bahkan berbulan-bulan. Negara-negara jiran pun ikut sesak napas. Anda pasti masih ingat. Anda juga pasti tahu, salah satu dari perusahaan pelaku pembakaran itu telah disidangkan akhir 2015 kemarin. Namun ironisnya, Hakim Parlas Nababan kemudian membebaskan tersangkanya. Continue reading

Bertemu Almarhum Mertua Laki-laki dalam Mimpi

Bertemu Almarhum Mertua Laki-laki dalam MimpiSiang tadi, seperti biasa, saya menyempatkan tidur sekira setengah jam. Qailulah atau tidur siang adalah sunnah Rasul. Manfaat riilnya untuk kesegaran dan meningkatkan konsentrasi kerja hingga malam. Berbagai penelitian menyimpulkan, tidur siang itu menyehatkan. Tapi, bukan ini yang hendak saya bahas. Saya hanya ingin menceritakan mimpi unik saya empat jam yang lalu. Mimpi tentang almarhum papa mertua yang tak pernah saya temui. Continue reading

Kenapa Saya Lebih Suka Baca Novel Berbentuk E-Book

E-book koleksi saya. Bisa dibaca di mana-mana: smartphone, tablet, termasuk laptop berlayar 14 inch.

E-book koleksi saya dalam My Books – Google Play. Bisa dibaca di mana-mana: smartphone, tablet, termasuk laptop berlayar 14 inch.

Dua bule masuk ke kereta yang saya tumpangi. Penampilan mereka khas backpacker dengan pakaian yang asal melekat dan ransel yang menggunung lebih tinggi dari kepala. Mereka duduk di kursi depan saya. Salah satu dari mereka memasang bantal leher dan segera tidur. Satunya lagi mengambil komputer tablet. Yang menarik, tablet itu ternyata bukan untuk bermedia sosial, browsing, atau main game. Saya intip dari celah kursi, ternyata dia membaca novel! Saya kaget. Turis backpacker? Membaca novel? Continue reading

Museum Purba Sangiran dan Jejak-jejak Penghuni Bumi sebelum Kita

Monumen Selamat Datang di Museum Manusia Purba Sangiran

Monumen Selamat Datang di Museum Manusia Purba Sangiran

Sejak SMP, saya selalu tertarik hal-hal yang berkaitan dengan para pendahulu manusia. Siapa mereka? Siapa puncak rantai makanan sebelum hadir spesies yang pintar merekayasa seperti kita? Bagaimana rupa para penguasa bumi sebelum kita itu? Bagaimana kehidupan sosial mereka? Mengapa spesies mereka tidak bertahan hingga hari ini? Pokoknya, banyak sekali pertanyaan yang ada di otak saya. Continue reading