Kategori
keluarga

Kerja Bakti Memasang Wallpaper

Dinding tampak retak, kusam, bopeng, atau penuh coretan? Ingin ganti suasana ruang tapi malas mengecatnya karena mahal, lama, atau bakal bau? Cobalah memasang wallpaper. Begini caranya…

Kerja Bakti Memasang Wallpaper

Sudah lama dinding kami tampak retak-retak, bopeng, kusam, dan ada coretan anak-anak di sana-sini. Mau mengecat ulang tetapi pasti mahal, lama, dan bakal bau. Maka beberapa waktu lalu, kami memutuskan memasang wallpaper saja. Meskipun tidak yakin, stiker dinding ini bisa jadi solusi jeleknya tembok, tetapi tidak ada salahnya dicoba.

Kami sebenarnya memiliki tukang cat langganan. Namanya Pak Mat. Sejak saya kecil, beliau yang menangani rumah kami. Namun, beliau semakin uzur dan semakin jarang menerima order. Terakhir, beliau mengecat kamarku sebelum saya menikah. Beliau kelilipan serpihan cat dan harus berhenti bekerja selama dua jam dengan mata memerah dan memerih. Kasihan.

Sekarang, beliau mungkin sudah berhenti total. Kalaupun masih menerima order, mana mungkin tega memperkerjakannya? Sementara untuk memanggil tukang cat lain, kami tidak nyaman. Apalagi di musim pandemi semacam ini.

Mencat ulang dinding adalah solusi populer. Namun, dengan karakter dinding kami yang lembap (belakang adalah sawah), cat pasti akan kusam dan menggelembung kurang dari dua tahun.

Jadi dengan biaya pengecatannya jutaan, hilangnya aroma cat yang membuat saya sesak napas semingguan, memindah-mindahkan barangnya melelahkan, tetap saja tidak sampai dua tahun masalahnya akan berulang. Sungguh bukan opsi yang menarik saat ini.

Akhirnya, setelah maju-mundur dengan mempertimbangkan alternatif lain, termasuk mengeramik dinding, kami putuskan memakai wallpaper saja untuk mempercantik ruangan. Setidaknya, opsi ini jauh lebih murah dan saya tidak perlu mengalami asma setelahnya.

7 Langkah Praktis Memasang Wallpaper

Kami akhirnya memutuskan untuk memasang wallpaper sendiri, tidak memakai jasa tukang atau profesional. Ternyata, asyik! Bagaimana hasilnya? Lumayanlah. Bagi yang juga ingin memasang wallpaper, tetapi belum pernah, inilah tips langkah-langkah dasar dari saya.

  1. Ukur Dinding. Dengan menggunakan meteran, cari tahu seberapa luas bagian dinding yang ingin ditutupi oleh wallpaper.
  2. Beli Wallpaper. Supaya praktis, cari wallpaper yang sudah mengandung lem seperti stiker. Belilah sesuai ukuran, warna, serta corak yang diinginkan. Lebihkan 30 persen untuk cadangan. Misalnya, butuh 10 lembar, maka belilah 13 lembar.
  3. Bersihkan Dinding. Keringkan tembok yang basah atau lembap, lap debunya, basuh kapurnya dengan air deterjen, gosok nodanya, kalau perlu kerik dulu catnya. Semua demi memastikan lem wallpaper nanti dapat menempel dengan baik.
  4. Gambar Polanya. Setelah dinding bersih dan kering, gambarlah garis pola penempelan dengan pensil. Kalau saya, garis yang dibutuhkan adalah vertikal dari bawah ke atas. Sedangkan garis horizontalnya cukup mengikuti batas dinding bagian bawah.
  5. Buka Wallpaper. Jangan sampai terkena lemnya, karena lengketnya membuat jengkel. Jangan sampai juga setelah dibuka, wallpaper itu terlipat atau tertekuk. Bayangkan saja stiker yang tertekuk setelah lemnya dibuka. Mubazir, bukan?
  6. Tempelkan ke Dinding. Mulailah menempelkan wallpaper ke garis pola tadi. Anggap saja menempelkan screen guard di layar ponsel. Mulailah dari pinggir, lalu ratakan ke tengah hingga pinggir sisi lainnya, sambil menjaga jangan sampai ada udara yang terjebak di dalamnya.
  7. Berimprovisasilah. Jika pemasangan miring, daripada mencabutnya dengan risiko lemnya tidak lengket lagi, berimprovisasilah dengan kemiringan itu. Santai, wallpaper biasanya juga dapat digunting. Hanya, pastikan desain tidak terlihat aneh ketika dipotong.

Begitulah tips dari saya. Wallpaper biasanya dapat bertahan sekitar dua tahun, jika peletakannya pas dan suhu temboknya standar, tidak terlalu lembap atau panas.

Oleh Brahmanto Anindito

Penulis multimedia: buku, film, profil perusahaan, gim, podcast, dll. Bloger. Novelis thriller. Pendiri Warung Fiksi. Juga seorang suami dan ayah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CommentLuv badge

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.