Penulis yang Memilih Jalur Sunyi

Beberapa hari yang lalu, seorang kawan menelepon. “Dengar-dengar, kamu sudah jadi penulis terkenal, ya?” katanya. Sepanjang percakapan, frasa “penulis terkenal” itu diulangnya hingga 3-4 kali, dan saya selalu tertawa tiap kali mendengarnya. Bukan hanya karena pernyataan itu jauh dari fakta, tetapi juga karena dia keliru, dikiranya semua orang berambisi tenar.

Penulis yang Memilih Jalur Sunyi

Continue reading

Saya Fetisis Cahaya

Cahaya di Goa Terawang, Blora

Dulu sewaktu TK hingga SD, saya sering menginap di rumah nenek. Nenek saya menyewakan salah satu ruangan rumahnya untuk pengusaha salon kecantikan. Tiap pagi, saat salon belum buka dan pegawai-pegawainya belum datang, saya suka berkeliling atau sekadar duduk-duduk di dalamnya. Hanya untuk menikmati garis-garis cahaya matahari yang jatuh dengan indah melalui jendelanya. Continue reading