Canon IXUS 185: Mati oleh Air, Hidup Lagi oleh Waktu

Beberapa bulan silam, tepatnya Oktober 2017, saya membeli kamera ini secara daring di Lazada. Harganya 1.375.000, bonus Gorilla pod. Saya orang awam, bukan fotografer, jadi carinya yang murah meriah saja, yang penting hasil jepretan dan syutingannya lebih baik dari ponsel saya. Canon IXUS 185 memiliki resolusi 20 MP, dan 8x zoom optik (digitalnya sampai 16x). Lumayanlah.

Canon IXUS 185 setelah rawat inap di service center Datascrip

Continue reading

Reaksi Negatif Teman atau Saudara Ketika Kita Berbisnis

Tidak perlu menjadi pebisnis sukses untuk sekadar mengamati berbagai reaksi teman atau saudara dekat saat tahu kita berbisnis. Ada yang negatif, ada yang positif. Beberapa mendukung usaha kita, meskipun cuma sebatas omongan. Beberapa mendukung tanpa banyak omong, alias langsung membeli dari kita. Untuk saudara dan teman dekat yang sudah bersikap positif, saya ingin mengucapkan terima kasih.

Reaksi Negatif Teman atau Saudara Ketika Kita Berbisnis Continue reading

Pengalaman Pertama Dirisak di Dunia Maya

Warganet zaman sekarang suka hidup berkelompok. Tidak ada yang salah. Hanya terkadang, beberapa kebablasan. Perisakan atau bullying kerap terjadi. Main hakim sendiri, main keroyok untuk menjadikan anggota kelompok lain bulan-bulanan, seolah kubunyalah yang paling benar. Tren konyol ini terjadi hampir di setiap tema pembicaraan, seperti politik, klub bola, negara, bahkan sastra.

Pengalaman Pertama Dirisak (di-Bully) di Dunia Maya

Bicara perisakan atau perundungan, saya pernah jadi korbannya. Dulu, ketika awal-awal nge-blog pada 2006. Mulanya, saya menulis artikel kritik tentang acara Empat Mata yang diampu Tukul Arwana di sebuah blog komunitas penulis (semacam Kompasiana). Continue reading