Kategori
pandangan

Kenapa Saya Lebih Suka Baca Buku Berbentuk E-Book

Kenapa Saya Lebih Suka Baca Novel Berbentuk E-Book

Dua bule masuk ke kereta yang saya tumpangi. Penampilan mereka khas backpacker dengan pakaian yang asal melekat dan ransel yang menggunung lebih tinggi dari kepala. Mereka duduk di kursi depan saya. Salah satu dari mereka memasang bantal leher dan segera tidur. Satunya lagi mengambil komputer tablet. Yang menarik, tablet itu ternyata bukan untuk bermedia sosial, browsing, atau main gim. Saya intip dari celah kursi, ternyata dia membaca novel! Saya kaget. Turis backpacker? Membaca novel?

Kategori
strategi kreatif

Latar Belakang Tokoh-tokoh Kunci Tiga Sandera Terakhir

Novel Tiga Sandera TerakhirKetika merancang sebuah bangunan cerita panjang, novel salah satunya, saya selalu membuat kerangka, outline, atau mindmap dulu. Bukan cuma untuk alurnya, melainkan juga tokohnya. Begitu pula tokoh-tokoh dalam Tiga Sandera Terakhir. Saya menuangkan ciri fisik, latar belakang, dan kepribadian mereka dulu dalam sebuah kertas. Nah, sebenarnya, kertas itu hendak saya simpan sendiri. Tapi, karena blog ini sudah lama tidak terisi, ya sudahlah, saya taruh sini saja supaya kesannya ada postingan baru. Heheheā€¦.

Kategori
review

Serpihan Garam dari Masa Lalu sang Psikopat

Misteri Patung Garam

  • Judul: Misteri Patung Garam: tak ada yang bisa menghentikannya, bahkan dirinya sendiri
  • Genre: Novel misteri-detektif
  • Penulis: Ruwi Meita
  • Penerbit: GagasMedia
  • Tebal: 284 halaman
  • Cetakan I: 2015

Pertama melihat novel ini, saya langsung kepincut. Pertama, oleh genre-nya. Kedua, oleh sampulnya yang ngeri-ngeri sedap. Maka segera saja saya membelinya. Meskipun saya tidak langsung membaca dan menulis resensinya, karena saat itu sedang sibuk-sibuknya. Tapi seperti yang bisa saya tebak dari sinopsisnya, Misteri Patung Garam berbeda segmen dengan Kamera Pengisap Jiwa.